Postingan

Karena Capek

Apa-apa yang tidak baik itu karena capek. Pagi tadi ketahuan saya dapat jatah bulanan. Jadi sementara kegiatan yang sifatnya harus dalam keadaan suci harus diistirahatkan dulu. Yang biasanya saya salat berjamaah, mengikuti wirid wajib, mengawasi mereka santri-santri agar selalu terjaga, juga menjaga perasaan mereka eaa, terkadang menjengkelkan. Saya tidak melewati itu, sementara waktu. Kali ini, saya istirahat. Setelah beberapa hari sebelumnya, hati terasa diuji, hati sering disinggahi dan meninggalkan luka. Tapi beres itu, biasa saja.  (Menarik waktu yang sudah lewat), Sampai kapan mengurus orang-orang yang berbeda-beda, banyak kuantitasnya. Berbicara beragam kebaikan, dengan berbagai tuntutan pula.  Mengapa ya? Selalu berusaha lebih baik? Rasanya itu perlu. Tapi ada mikir juga, "wong ko golek-golek penggawean wae".  Saya menemukan banyak jawaban, berdasarkan pertemuan-pertemuan yang pernah saya lalui dengan orang-orang baru. Mereka bersamaan dengan jawaban, datang sili...

Dewasa Sekarang

Ternyata bisa membuat program, terbiasa, tapi jika sendiri juga loyo ya. Sepertinya butuh satu orang aja, sebagai teman. Buat pertimbangan, dan buat pak pik puk , alias berjuang. Ternyata kebiasaaanku tidak paripurna jika di lain ladang.  Wayahnya mengerti ya, menerima kondisi. Rumus lama. Bahwa tugas kita hanya bertahan, memang betul itu pondasi yang tidak boleh tidak. Toh, tidak disangka nanti ada perubahan yang itu diketunjukkan oleh selain diri sendiri, dan diri ini pun mensyukuri. (Bertahan itu bukan diam, melainkan melawan. Melawan bukan berarti berontak, tapi melalui juga menikmati. Kesemua itu apa sejatinya? Usaha tiada henti. (!) Lagi dan lagi, bisakah disebut passion atau karena tuntutan? Meski loyo dalam penyelenggaraan acara, tapi hanya itu yang patut diusahakan, dalam arti diperbaiki terus menerus. Minimal Istiqomah.  Saya Istiqomah perihal event organizing . Bukan yang terampil, tapi saya berusaha untuk menjadi apik. Percayalah jika kita bisa melakukan apa yang...

Angan yang Ingin Menjadi Angin

Pesan masuk lewat WhatsApp, "Malam kita rapat". As usual, aku selalu semangat ketika ada riungan grup DD. Karena, disitu aku belajar menulis, dan disitu pula aku nyaman. Percakapan yang berisi, membicarakan program dengan aku yang plonga-plongo. Aku tidak pernah turut andil program yang dilaksanakan. Karena keberadaanku dan komunitas sekaligus orang di dalamnya yang penuh dengan hobi yang sama; blogging, terpaut banyak kota dan sudah beda wilayah provinsi. "Meski semangat on, jika kehadiran yang diperlukan. Hanya soul saja itu." (Iya, meng.sad ) Kekecewaan tidak menyempitkan anganku. Anganku yang sangat kuinginkan. "Akhir Agustus ada penutupan agenda tahunan, sekalian laporan pertanggung jawaban", pungkasan virtual yang membuat berbunga nan bungah hatiku. Anganku berubah menjadi ingin, karena rencana untuk singgah bertemu mereka sebentar lagi terwujud. ** Aku paham, keberadaanku di kota sendiri sudah memiliki tanggung jawab. Membuatku sangat sulit untuk pe...

Dinginnya Jepara Samadengan Bandung

Akhir-akhir ini Jepara dingin, apalagi malam ini Mandi malam tidak seperti mandi malam lainnya  Shhhhsshhh, wrbubuwrbb Menggigil Dinginnya Jepara, seperti dinginnya Bandung ketika jam 3 pagi Waktu dimana aku sampai di lokasi Bus hanya menurunkanku di bibir jalan Aku disambut senyum hangatnya Malam ini aku larut dengan gemuruh semangat Lupa dengan rasa dingin saat ini Untuk sesiapa yang sederhana dalam rasa Eh, Tepatnya tidak peka rasa, tidak paham rasa Aku berterimakasih dengan apa yang saya tekuni Berterimakasih atas setiap orang baru yang saya temui Aku lupa rasa dingin Tapi tetap saja, saat ini Jepara begitu dingin [Di kamar aku dipingit, selepas riuh, dan beliau yang tidak jenak melihatku dengan android]

Kegentingan Pandemi, Saya pun (hanya mampu) Menulis

Ahad pagi, Masih sama, dengan kebutuhan android-sasi. Menyibak berita di setiap lini masa sosial media. Kabar yang muncul masih sama, Balada Covid-19.  Covid-19 yang bisa merambah ke berbagai sektor masalah. Tayangan pertama yang saya buka, ajakan untuk diri sendiri. Kenapa saya bilang demikian? Karena ajakan untuk tidak mempercayai virus Covid-19 cukup dikonsumsi pribadi.  Tolonglah! Jangan menyebarkan, kalau pandemi itu hal biasa, kasus Covid-19 hanya sedikit, tidak perlu menaati prokes , seperti itu kurang lebih ungkapan akun yang peduli lindungi dari Covid-19.  Jika tidak percaya Covid-19 yang sudah banyak meregang nyawa, cukuplah disimpan dalam hati. Tidakkah sadar dirimu? Jika disebar di lini masa, banyak orang yang membaca. Tau kah apa dampaknya? Abai dengan Covid-19. Dan yang lebih parah, bertambah pula kebencian dan semakin ingin menyebarkan kabar berita yang menyatakan Covidiot.   Bukan hanya sakit fisik? Sakit hati, penyakit hati pula yang ditimbulkan...

Bersama Intervensi Anak Disleksia Sejak Dini

Gambar
Kehidupan anak disleksia Disleksia merupakan suatu hambatan atau gangguan belajar spesifik/khusus. Khusus dalam arti; diketahui dari segi bahasa berasal dari (bahasa) Yunani, dys yang berarti kesulitan dan lexis yang berarti kata-kata. Secara sederhana berarti memiliki gangguan dalam (khusus) membaca. Tapi perlu diketahui juga, kalau komorbid disleksia sangat beragam. Sehingga disleksia jika tidak ditangani dengan baik juga akan berpengaruh pada fungsi (eksekutif) anak.  Buku Disleksia yang diterbitkan oleh ADI (Asosiasi Disleksia Indonesia) Sehingga disleksia bukanlah anak yang menyandang atau memiliki keterbatasan yang sampai dicap bodoh dalam kelas, tidak mampu mengikuti pelajaran pada umumnya. Jangan sampai keliru dalam intervensi ya! Gangguan belajar khusus ini disebabkan oleh gangguan psikologis dasar, yaitu disfungsi syaraf pusat, atau gangguan neurologis yang termanifestasikan dalam bentuk atau perilaku nyata. Yaitu, kegagalan dalam pemahaman, gangguan mendengarkan, berbi...

PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), Pernak-pernik Korona oleh Manusia

Apa kabar di Minggu pagi? Masih ada semangat yang bersemayam di dalam diri kalian?  Tanggal 11 Juli 2021 bertepatan 1 Dzulhijjah, menjadi hari ke 9 PPKM Darurat. PPKM yang di putuskan dalam undang-undang termasuk Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini menjadi upaya yang ditempuh pemerintah dan segenap masyarakat Indonesia untuk mencegah atau menurunkan angka penularan Covid-19 yang kian hari kian melonjak drastis. Jumlah (pasien) positif covid di Indonesia sebanyak 2.491.006. Pasien sembuh tercatat 2.052.109, dan meninggal sejumlah 65.457 orang. Data ini diperoleh dari situs resmi covid19.go.id  (diupdate terakhir 10/7/2021). Dari data yang selalu di update oleh pemerintah, pernah tercatat kasus lonjakan tertinggi, mencapai 25.000. Kenaikan angka tertinggi terjadi pada tanggal 3 Juli 2021. Adanya kenaikan angka kasus membuat pemerintah mengambil kebijakan PPKM Darurat. Sebelumnya, pemerintah sudah menempuh upay...