Postingan

Resensi Buku "Guru Aini"

Gambar
Identitas Buku Judul Buku: Guru Aini Pengarang: Andrea Hirata Jumlah Halaman: 306 halaman Penerbit: Penerbit Bentang (PT. Bentang Pustaka) Cetakan: Ke-12, Januari 2026 Dok. Pribadi Untuk Guru dan Murid yang ada di Indonesia Sinopsis             Buku ini m enceritakan seorang guru yang baru mendapatkan tugas sebagai abdi negara. Ia rela sekaligus memilih untuk ditempatkan di pelosok: Tanjung Hampar, Sumatera bagian selatan. Ia adalah Guru Desi, seorang guru matematika yang gigih. Ia bersikeras ingin mewujudkan mimpi sebagai seorang guru dibanding menjadi penerus ayahnya sebagai seorang pedagang. Meskipun dibujuk oleh Ibunya sendiri ataupun Ibu Amanah, seorang kepala sekolah tempatnya menuntut ilmu ketika SMA. Mereka sama-sama menyarankan untuk melanjutkan usaha ayahnya ketimbang sekolah lagi.             Perjalanan mewujudkan mimpi sekaligus merawat mimpi tidaklah mulus-mulus saja. Di dae...

Mengenali Diri #7

Gambar
Saya teringat buku kecil Cak Rusdi, yaitu catatan di rumah sakit (anak judul Seperti Roda Berputar). Satu kutipannya yang sudah saya sarikan, yaitu: 'Sesama pasien atau keluarga pasien itu saling bersahutan, bertanya keluhan, dan diakhiri saling mendoakan'.  Pagi hari ini (22/12) di RS Ortopedi provinsi, pukul 07.00 sudah ramai dengan pasien atau keluarga yang menemani anggotanya yang berstatus pasien. Pemandangan RS pagi itu juga lengkap oleh para dokter dan tenaga kesehatan yang hilir mudik dengan seragam identik berwarna biru muda sebagai àtasan serta biru tua sebagai bawahan. Hari ini juga sangat menandakan semangat di awal Minggu, sebab  Si Senin "Dari mana, ibu?", tanya ibu 'X' "Dari Rembang", jawab ibu 'Y' yang sedang antri di depan pintu toilet "Yang sakit siapa?", tanya ibu 'X' lagi "Anak saya", jawab ibu 'Y' singkat "Sudah operasi?", ibu 'X' masih lanjut bertanya "Sudah, in...

Mengenali Diri #6

Gambar
Kabut  Dingin Untaian embun mengalir pelan Menghirup udara bebas Menarik energi  Menyerap keberanian  Mengulang Mengharapkan Melepaskan Kota Batu  Malang, 15 November 2025

Mengenali Diri #5

Mengenali diri tidak lain adalah menerima diri, dengan segala naik dan turunnya. Naik seperti halnya eskalasi (percepatan) atau pencapaian: bisa mendapat pekerjaan. Turun dalam arti mengalami sebuah kemunduran: saat diam di rumah dan tidak melakukan apa-apa. Namun saat saya teringat lalu tertegun dengan kalimat, "Tidak selamanya yang prestasi atau sukses adalah sukses dan yang gagal adalah kegagalan." Semoga kalimat ini dipahami oleh pembaca yang menurut saya pribadi paham, tapi memang redunden (pengulangan).  Saya pernah mendapat pengalaman bekerja sebelum pekerjaan hari ini, yaitu mengajar privat akidah akhlak dan Al-Qur'an sebelum menjadi pelayan perpustakaan. Saat di pekerjaan itu, saya bertemu teman yang menyeletuk "Hidup itu gambling ga sih, kalau ga berhasil ya gagal." Saya hanya diam saat mendengar dari mulutnya pertama kali, tapi saya cenderung oh iya-ya ( red -membenarkan). Saya mendapat pelajaran yang luar biasa dari pengalaman bekerja pertama itu. ...

Evaluasi '5 Love Languages': Sebuah Ringkasan

Gambar
Siapa yang tidak familiar dengan 5 Love Languages ? Kali ini saya sepakat dengan penelitian Emily A Impett, dkk yang menyatakan masyarakat awam sangat ketergantungan dengan indikator tersebut dalam membangun dan mempertahankan hubungan. Ini menjadi latar belakang penelitian ini dilakukan. Lalu saya coba merumuskan: Apakah masih relevan 5 love languages menurut Chapman's Book? Benarkah 5 love languages itu menjadi kebutuhan setiap pasangan agar hubungannya langgeng? Jurnal dari Ilmu Hubungan yang di-share Teh Eva Teh Eva mengirim pesan di grup kami (Flyin to The Moon) yang isinya adalah jurnal (document). Saya hanya selewat membaca dan memberi reaksi berupa emoticon. Di sore hari saya mencoba membuka grup lagi, kebetulan saja saya sedang memeluk diri karena sedari pagi kepala terasa pening. "Di waktu yang sedang menikmati rasa sakit, saya mempersilakan untuk membaca dengan tenang sampai bisa menulis tuntas. Kali ini saya memutuskan membaca jurnal yang menurut saya adalah ba...

Tipe Bus SE (Super Excecutive): Menjemput Izin Orang-orang Tersayang

Aku sudah merasakan berbagai tipe bus. Khusus merk 'S' ada tiga tipe yang tersedia. Yaitu, eksekutif, SE (Super Eksekutif), dan Sleeper. Kalau tipe eksekutif sudah aku coba sejak awal. Sejak aku ke Bandung, aku sudah pernah mencicipi bangku eksekutif ini. Menurutku sudah nyaman banget.  Aku terjeda tidak merasakan kesenangan menaiki bus malam selama 1,5 tahun. Pasca dari Bandung dan sebelum hijrah ke Jakarta.  Alhamdulillah  kesempatan yang menyenangkan ini bisa terulang kembali. Aku bisa melanjutkan studi magister di Jakarta. Perjalanan dengan bus malam bisa dilanjutkan lagi dan diceritakan seperti hari ini. Meskipun pas dihitung-hitung, aku lebih banyak menggunakan transportasi kereta saat pulang ke Jepara dibanding bus.  Kepulanganku yang hanya 5 hari ini lengkap dengan rasa sayang. Aku pulang di hari Rabu. Hari Kamis aku kondangan ke Mba dan Kang Pondok. Pernikahan mereka punya cerita (perjodohan yang melibatkan aku, walau dikit saja). Jumat, aku  stay ...

Sebuah Refleksi di Malam Jumat

Gambar
Siklus yang sedang kujalani hari ini, sedikit berbeda. Siklus yang kumaksud adalah status akhir pekan di antara hari kerja. Semenjak aku di madrasah aliyah (almamater), akhir pekan bagiku adalah hari Jumat. Jika sebelumnya, aku di fase kuliah yang menurutku berlanjut dari sarjana ke magister, ditambah aku tinggal di kota besar, sangat normal jika akhir pekanku jatuh di hari Ahad (Minggu). Hari libur yang saat ini, meski berbeda hari tetap saja nilainya 'Hari Libur' yang tidak bisa lepas dari 'rasa senang bagi yang merasakan'. Rasa senang akan akhir pekan, menurutku tepat di hari sebelum hari H (tonton video lucu, tapi tunggu linknya wqwq) . Dulu, Aku lebih senang hari Sabtu, sebab besok Ahad (Minggu). Berbeda jika hari Ahad (Minggu) yang kurang menarik rasa senangku, sebab besoknya adalah Senin . Saat ini, aku sangat menanti dan merasakan bahagia setiap hari Kamis, sebab besoknya Jumat. Momen dan waktu berharga ini, sayang jika terlewat begitu saja, tanpa memaknai dan...