Postingan

Sabtu Belajar (Bab Salat Jumat dalam Kitab Fathul Mu'in)

Gambar
Syarat sah salat Jumat yang sudah awam diperdengarkan salah satunya adalah jumlah jamaah sebanyak 40 orang. Namun, diantara keawaman tersebut, ada ta'bir lain yang dibahas oleh Gus Baha pada suatu kesempatan pengajian. Disuratkan dalam kitab Fathul Mu'in halaman 40. "Salat jamaah boleh ditunaikan dengan jamaah kurang dari 40". Sebelum menjelaskan lebih rinci, ungkapan yang saya ingat dari lisan Gus Baha, "Saya kecewa sekali dengan ulama yang selalu mengulang syarat salat Jumat adalah jumlah orangnya 40. Terkadang menghukumi tidak sah salat Jumat, bahkan tidak jadi menunaikan salat Jumat karena masyarakat yang berkumpul untuk salat Jumat tidak mencapai 40". Ulama atau santri yang demikian menandakan ngajinya belum tuntas. فتح المعين: صحف ٤٠ Keadaan salat Jumat kurang dari 40, tentu dibahas dan memiliki sebab tertentu. Jika suatu daerah terpencil yang penduduk sekitar masjid tidak mencapai 40, maka diperbolehkan untuk tetap menggelar salat Jumat walau jamaahny...

Sakit

Tahun 2021, sudah hampir ditutup. Saat ini sudah di penghujung bulan. Tepat hari ini, 18 Desember 2021. Sebentar lagi, tinggal menghitung hari, kita sudah membuka lembar baru di tahun 2022.  Tentu, dalam satu tahun kebelakang tumpukan cerita sudah kita timbun. Rasanya ingin mendiamkan tumpukan itu, tapi takut busuk. Atau, ingin menyibak aroma wangi dari celah timbunan; namun tak kunjung kita temukan. Begitulah antara busuk dan wangi sudah lebur. Kita rasanya tak mampu untuk memastikan dengan benar diantara salah satunya. Hai, kalian? Apa kabar tahun 2021-mu? Apakah diliputi sumringah, dipenuhi raut muram durja, atau hilang arah? Ah, dirimu tak bersuara... Hal yang saya ingat betul, pun tidak ada yang betul tunggal. Banyak hal yang telah terjadi, anggap saja kabar yang beredar di jagad maya. Tidak ada media yang tidak memberitakan. Tidak ada channel yang tidak mengupas tuntas. Tidak ada jajaran aparatur negara yang tidak ikut-ikutan. Tidak ada rakyat kecil yang tidak turut merasakan...

Penandatanganan MoU antara BPMI dan LPDP untuk program PKU-PKUP

  https://pku.istiqlal.or.id/berita/detail/bpmi-dan-lpdp-tandatangani-mou-pendidikan-kader-ulama--pku--dan-pku-perempuan.html

Kabar

Gambar
Kabar datang, tanpa aba-aba Orang terdekat sakit Orang tua masuk rumah sakit Di seberang, lahar dingin sudah membanjiri pemukiman Berita sudah menyebar ke seluruh pelosok negeri Eh, Kelahiran, pernikahan, kematian Bergulir tanpa jeda Anak sekolah, pemuda kuliah, orang-orang mencari nafkah Mahasiswa lulus kuliah Mahasiswa kembali ke kampus untuk kuliah dengan jenjang lebih tinggi Terus, berlanjut... Malam kemarin, saya di atas kasur bersama Ibu Malam itu, menantikan kabar esok hari Hari ini,  Saya masih terjaga bersama beberapa santri Saya telah menyimak kabar yang saya nantikan hari kemarin Disponsori Bluder Brison Pasuruan Kàbar yang disimak sedari pagi, dan muncul ketika petang sekarang ini

Kuncup Bunga (Sebuah Izin Ibu Nyai untuk Khodim yang Punya Mimpi Belajar S2)

Apa kabar saat ini? Tetap baik-baik saja bukan? Masih dalam perasaan yang sama? Ah... Dalam diri saya saat ini, ada timbul semangat baru. Saya telah mendapat izin untuk mencoba mendaftar beasiswa untuk lanjut S2. Senang bukan kepayang tentunya. Saya ingat, waktu awal bulan Januari 2021. Waktu itu sudah dibuka pendaftaran beasiswa santri untuk program magister maupun doktoral. Beasiswa yang sudah familiar di telinga saya juga kalangan awam. Yaitu, beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) di bawah Kementerian Keuangan RI.  Waktu itu, beasiswa santri terhitung baru. Kali pertama diselenggarakan setelah ada launching peresmian dari Kementerian Agama. Benar saja, beasiswa santri adalah kerjasama dari Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan. Kenapa disebut beasiswa santri? Karena terobosan program beasiswa tersebut memudahkan para santri terutama lulusan mahasantri PBSB tingkat strata 1 menuju jenjang selanjutnya. Dalam benak saya, ada harapan juga doa agar bisa mencoba kese...

Muehehe 3 Nov '21

Kangen.. hehe (Normal dibaca 1 menit) "Dikutip dari gaya Caknun.com" Nuansa CSSMoRA masih lekat di pribadi saya. Tapi sangat mungkin, jika teman seangkatan atau senasib PBSB mempunyai frekuensi rasa yang sama.  Hari ini, Rabu, 3 November 2021-CSSMoRA UIN Bandung sudah memasuki usia ke-8 tahun. Sudah melewati fase 5 tahun pertama. 5 tahun pertama, adalah tahun penuh tantangan, cobaan, atau masa adaptasi. Sebut saja begitu. Saya juga mengcopy dari ingatan yang pernah diisi oleh ucapan Bu Medina waktu itu. Beliau sedang membaca usia pernikahan di 5 tahun pertama-bukan tahun yang enak, justeru tahun gonjang-ganjing. Usia 8 tahun, tentu sudah melewati masa gonjang-ganjing. Rasa yang lekat, itu masih ada. Entah 8 tahun itu masa pencapaian apa, tidak usah saya kaitkan dengan psikologi atau teori lainnya . (Tuman, wkwk ). Sepertinya cukup, doa di masing-masing anggota CSSMoRA. Doa dari yang masih peduli, doa dari para alumni atau dari dari masing-masing hati. Ternyata itu berat, juga...

Meluangkan & Meluaskan Hati

12 Rabiul Awal tahun 2021 menjadi tahun istimewa. Istimewanya adalah 'berbeda' dari sebelum-sebelumnya. Meskipun sudah jalan dua tahun pengabdian. Namun tahun 2021 ini berbeda. Berbeda karena santri sudah di pesantren. Sedangkan tahun lalu, saya fokus menjadi abdi ndalem saja.  Sepotong kisah Bertemu dan membersamai anak-anak bisa dibilang kesempatan yang luar biasa. Luar biasa dapat ilmu baru, cara mengenal mereka, cara bersikap kepada mereka, dan luar biasa ketika menguji hati lantaran ulah yang nyebelin. Anak millenial, mereka yang banyak karya. Mereka sangat memanfaatkan teknologi, dan pandai membuat konten. Mereka juga bukan generasi pendendam. Mereka tidak melakukan atau merasakan apa yang generasi sebelumnya rasakan. "Orang dulu" sangat lekat dengan sejarah. Ketika dulu ada reformasi, dan paceklik, maka orang tua yang dulu mudanya-merasakan itu, sekarang merasa sakit jika mengingat waktu itu kembali. Mereka berjanji untuk tidak mau diperlakukan seperti itu. Ber...