Postingan

Bapak Seneng-Seneng Bapak

Gambar
Bapak malam ini pergi memperingati Haul. Singkat cerita Bapak pergi pengajian ke Surabaya. Bapak sangat senang. Saya tau, karena Bapak sudah cerita di awal bulan, kalau berniat ingin hurmat acara tersebut. Selain itu, Bapak setiap hari tidak pernah absen menyimak pengajian rutinannya secara maya melalui radio (jika tidak salah namanya pengajian Al-Fitrah). Pendapat saya tentang Bapak, juga dikuatkan Ibu. " Alhamdulillah Bapak bisa berangkat ke acara yang sudah lama diinginkan", tutur Ibu lewat telpon. Di telpon "video call" itu, kami bareng-bareng dada (melambaikan tangan) ke Bapak. Kami tentu sangat seneng , kalau Bapak juga seneng . Kayak apa saja ya, dada-dada. Ya ga kayak apa-apa . Layaknya saya pamitan pas mau balik ke Jakarta. Saya juga di- dada Ibu-Adik-Mbak. Bapak juga ikut mendapat dada-dada , soalnya Bapak nganterin saya ke pull bus😚😄 ** Sebelum balik ke Jakarta terakhir kemarin, saya punya cerita bareng Bapak. Saya diantar Bapak ke Optik untuk cari fr...

Tekad Memilih Beasiswa

Malam ini ada agenda bincang beasiswa bersama adek tingkat. Senang sekali ada perjumpaan ini. Walaupun sudah lulus perkuliahan, masih ada momen yang bisa menyambung tali silaturahmi. Kali ini, wasilahnya adalah sesama ingin mendapat beasiswa lagi dalam studi. Senang bukan? Ketika ada yang satu visi, niat dan harapan dengan kita. Melihat semangat mereka yang terinspirasi dari kita, sebetulnya kita pula yang terdorong spiritnya.  Sebagai pelamar beasiswa, ada beberapa hal yang harus dimiliki: tekad, mengetahui alur, berdoa dan stoa . Tekad untuk lanjut S2, yaitu mau memilih jalan jalur pendidikan. Mengetahui alur, BACA BOOKLET !. Berdoa, tidak ada yang mampu mengubah keadaan kecuali doa. Stoa , menerima apapun hasilnya setelah berusaha mendaftar kuliah.  Rangkuman isi, arahan, saran, dan pesan di atas telah disampaikan oleh kaka tingkat. Saya meng-highlight pesan di atas adalah BACA. Manfaat sekali saat kita baca dan ketemu sendiri dengan kata atau kalimat yang sedang kita cari...

Jalan Jauh Jangan Lupa Pulang, Ya!

Gambar
Ada serial baru nih di bioskop yang baru saja rilis di tanggal 2 Februari 2023, yaitu film “Jalan Jauh Jangan Lupa Pulang”. Aku selalu suka sih dan bilang “KEREEN” sama film yang disutradarai Mas Angga Dwimas Sasongko. Seperti film sebelumnya yang menyedot banyak penonton adalah Mencuri Raden Saleh. “Bagus banget videografinya, banyak kejutan adegan yang ga ketebak kayak film Indo lain. Selain itu juga ga ada scene yang bosenin”, tak habis-habisnya aku mengelu-elukan.   Film JJJLP (Jalan Jauh Jangan Lupa Pulang) dimainkan peran utama; Aurora. Aurora adalah anak Indo. Dia, tiga bersaudara. Serial JJJLP ini kondang dengan film yang mengangkat masalah di dalam keluarga. Termasuk Aurora yang ingin sekali kuliah di LN, namun tidak mudah mendapat restu keluarga.   Aurora sangat senang dan bersyukur saat mendapat ijin untuk kuliah di London. Ia membahasakan rasa senangnya seperti “mendapat tiket pembebasan”. Tau kan gimana rasanya lagi ngebet kuliah tapi ditahan-tahan. Pas b...

Sore Hari

Sore hari, satu per satu anak masuk ke dalam rumah. Mereka datang ke rumah ini untuk menyetorkan hafalan dan juga nderes hafalan sebelumnya. Rutinitas ini belum lama. Karena satu kejadian, sehingga anak-anak lebih baik datang ke rumah agar tetap mengaji. Rasa yang tidak ada wujudnya. Rasa seneng, syukur, dan lapang saat mendengar mereka melafalkan kalam Allah. Mana sempat menyangka rumah ini jadi ramai dengan riuh anak-anak, ditambah pula suara seragamnya saat memulai doa dan mengakhiri doa yang menandakan mereka selesai menunaikan tanggung jawab hafalannya. Mba Ifa, sebagai penyimak ngaji anak-anak. Kedatangannya di rumah ini sebetulnya biasa saja. Seperti halnya saya yang pulang ke rumah dari tanah rantau. Tapi ada yang berbeda, saat dia pulang dan mulai menetap. Beberapa hal baru muncul, beberapa rasa yang membahagiakan muncul, walau harus tau bagaimana memahami dirinya untuk adaptasi di tempat baru setelah sekitar tujuh tahun lamanya dia di kota orang. Saya baru saja pulang dari pe...

RIBATH MICASA

Ibu Nyai Nana adalah Bu Nyai yang tidak pernah absen memberi pesan yang penuh makna kepada seluruh santrinya. Saya mengenal beliau sejak kurang lebih sepuluh bulan yang lalu. Saya merasa senang dan lega dipertemukan dengan beliau. Senang karena beliau adalah karib dari Ibu Nyai Hindun, merasa lega karena mendapat tempat yang tepat untuk tetap nderes Qur'an. Saya ingin sekali bertanya pada beliau, Gimana kalau saya nderes juz yang sampun kulo pegang sebelumnya? Mboten nambah riyen. Saya takut tanya, saya merasa belum rajin nderes, tapi sudah banyak tanya. Akhirnya saya coba melepaskan pertanyaan itu. Coba istiqomah dulu, yakin dengan keputusan untuk nyekeli yang sudah dihafal. Hari dimana jawaban itu hadir tanpa saya bertanya, " Kiyai Tasim (Pandanaran)   ngendikan , Nek khatam alhamdulillah. Nek ora ya opo seng wes kok oleh, juz seng wes diapalne yo kuwi seng dicekel, di deres, dibaleni" (Kiyai Tasim mengungkapkan, Kalau khatam atau selesai 30 juz, alhamdulillah. Jika be...

Pengalaman Saya Menjadi Perempuan

Profil Penyegaran Singkat Seperti memulai perkenalan dari awal pertemuan. Saya, Atssania Zahroh. I’am 25 years old. Di usia seperempat abad ini, banyak hal yang saya syukuri. Salah satunya saya masih bisa merasakan sekolah, tepatnya di jenjang magister. Terkadang pertanyaan dalam diri saya muncul. Kenapa memilih sekolah lagi setelah sarjana? Rasa ingin belajar di dalam diri seperti tumbuh. Tumbuh, bisa jadi seperti tumbuhan yang tumbuh tunas di samping pohon induknya, tumbuh cabang di setiap ranting, atau bertambah jumlah daun-daun kecil. Mungkin itu analogi yang cocok. Keinginan saya sekolah magister, mulai tampak ketika di Aliyah. Betul, jika keinginan sekolah sarjana setelah lulus Aliyah, hampir semua siswa merencanakan untuk terwujud. Termasuk saya. Namun, ada saja rasa yang liar, ‘Aku ingin sekolah lebih tinggi’. Setelah empat tahun perjalanan sekolah sarjana saya berlalu, ada muncul pertanyaan, apa rencana setelah kuliah? Pertanyaan di malam keakraban terakhir bersama teman, seb...

Si Senin

Gambar
  Apakabar hari Senin-mu?   (Diantara jawabannya): Dimulai bangun pagi, mandi, sarapan roti, dan menyiapkan bekal makan siang Aku lupa kalau hari Senin. Semua hari-ku sama Aku dibangunkan Ibu salat subuh, lalu aku tidur lagi Dia senang setiap hari Senin, soalnya hari itu adalah awal dari hari liburnya. Cukup menguras tenaga kalau kerja di weekend Kamu terlihat masih ngantuk, menguap selebar cakrawala dan tanganmu menggapai ponsel untuk memulai drakor episode 1   Ada apa dengan hari Senin? Waktu aku masih kecil merasa biasa saja. Beranjak ke SMP, aku mulai tau perbedaan hari Senin dengan hari lainnya. Hari yang dimulai dengan upacara dan aku harus pulang sore karena ekskul. Aku mulai paham hari Senin, saat aku tau nikmatnya hari Minggu. Aku rasaya tidak ingin meninggalkan hari libur dan bersiap dengan pelajaran Pak Hartono; mata pelajaran Matematika yang tidak pernah tertinggal penggaris atau busur panjang juga besar yang dibawanya untuk membuat nyali tem...