Hidup berharga dengan berkarya. "Mau apa jika tidak menulis?".
Semoga bermanfaat atas rangkuman 'Kisah' dan selingan 'Piweling' yang lumayan terawat ini
Kata Dia
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Mengutip dari Syech Siti Jenar,
Surga yang luhur terletak pada perasaan hati yang senang:)
Pergi ke Nganjuk Selang satu bulan, aku dan Bapak-Ibu-Mbak-Adek pergi ke Nganjuk lagi. Pergiku sekeluarga sebelumnya adalah bertepatan dengan haul (peringatan wafatnya) kiyai dan akhirussanah (penutupan kegiatan tahunan) pondok Bapak juga Lek (adik Bapak) dulu. Tepat di bulan Sya'ban, kebanyakan juga waktu-waktu baik seorang anak mengunjungi orang tuanya atau nyekar di pusara orang tua yang sudah meninggal. Alhamdulillah , Ibunya Ibu (Mbah Tri) masih sugeng (hidup). Usia beliau sudah 80-an lebih. Sya'ban dan Alhamdulillah Syawal ini, Ibu masih bertemu Mbah di rumah Bude-beliau yang dipilih Mbah untuk merawat di usia senjanya. Mbahe sekarang sudah sangat sepuh, beliau hanya berbaring di atas kasur. Semoga sehat, jauh dari balak (keburukan) dunia-akhirat. Aamiin . Cerita Supir-Menyupiri Sya'ban lalu, kami disupiri Lek Rup-adik Bapak. Sebab supir yang biasanya, sedang kerja (mrantau jauh), jadi pas Lek Rup mengutarakan niat ingin menghadiri haul , Ibu sigap...
Saat aku nderes (mengulang hafalan-membaca) Al-Qur'an, aku tidak sengaja membuka halaman depan. Bacaanku terhenti lantaran aku membaca Deskripsi Mushaf Khadijah. "Loh baru ngeh sekarang", responku seketika. Disitu tertulis beberapa poin, di antaranya adalah tematik ayat yang menjelaskan tentang fiqih wanita dan dilengkapi dengan kisah Khadijah.ra. Petunjuk yang tidak sengaja kubaca ini membuatku di 'aha' situasi. Aku langsung membuka lembaran mushaf yang bertanda merah blok, lalu aku membaca ayatnya lanjut artinya. Aku senang sekali saat membaca ayat-ayat tentang perempuan, relasi suami-istri, secara tidak langsung mengungkap tentang keluarga. Aku merasa dimudahkan. 'Aha' situasi ini mengingatkanku pada pendidikan terakhirku kemarin, Pendidikan Kader Ulama Perempuan. Hari-hari perkuliahan dipenuhi dengan mata kuliah yang berkaitan dengan isu perempuan, lebih khusus kesetaraan gender yang dibahas dari ayat-ayat Al-Qur'an. Ini menjadi seru karena sela...
Semacam doa tahun baru 2025, sederhananya seperti merayakan momen yang penuh dengan harapan baik. Mengesampingkan limitasi tersebut, harapan baik adalah fase yang terus dilalui setiap pribadi, khususnya diriku sendiri. Beraninya diriku membatasi tahun ini untuk lebih mengenali diri sendiri. Padahal mengenali diri sendiri adalah proses seumur hidup. Limitasi ini, aku utarakan sebagai menghargai waktu. Raditya Dika di podcastnya yang menceritakan 40 resolusi di tahun 2025, salah satunya "menghadirkan waktu", aku lupa redaksi tepatnya. "Kalau kita adakan waktu 2 menit, maka waktu itu ada. Contohnya kita sediakan waktu 2 menit untuk nulis, maka akan muncul tulisan di waktu (yang hanya) 2 menit itu", ini udah campur sama kalimatku, tapi maknanya kurang lebih sama. Dalem banget sih makna kalimat ini menurutku. Menghadirkan tahun 2025, aku mengadakan waktu satu tahun itu untuk mengenali diri sendiri. "Kalau 2024 resolusiku rajin ke dokter (poli) gigi, 2025 resolu...
Komentar
Posting Komentar