Olah nafas dimanapun berada ya!

Ketika tulus belum penuh, maka tiada apa itu 'abdi'

Butuh bernafas, bernafas yang disadari. Kembali tersenyum, diselingi ingatan konyol yang pernah dialami. 

Disadarkan, hidup itu lucu. Lucu, itu kamu, kamu adalah aku. 

Wes wes wayahe ngguyu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita yang Masih Sama: Mudik Lebaran

Mengenali Diri #2

Mengenali Diri #1