Hidup berharga dengan berkarya. "Mau apa jika tidak menulis?".
Semoga bermanfaat atas rangkuman 'Kisah' dan selingan 'Piweling' yang lumayan terawat ini
Pergi ke Nganjuk Selang satu bulan, aku dan Bapak-Ibu-Mbak-Adek pergi ke Nganjuk lagi. Pergiku sekeluarga sebelumnya adalah bertepatan dengan haul (peringatan wafatnya) kiyai dan akhirussanah (penutupan kegiatan tahunan) pondok Bapak juga Lek (adik Bapak) dulu. Tepat di bulan Sya'ban, kebanyakan juga waktu-waktu baik seorang anak mengunjungi orang tuanya atau nyekar di pusara orang tua yang sudah meninggal. Alhamdulillah , Ibunya Ibu (Mbah Tri) masih sugeng (hidup). Usia beliau sudah 80-an lebih. Sya'ban dan Alhamdulillah Syawal ini, Ibu masih bertemu Mbah di rumah Bude-beliau yang dipilih Mbah untuk merawat di usia senjanya. Mbahe sekarang sudah sangat sepuh, beliau hanya berbaring di atas kasur. Semoga sehat, jauh dari balak (keburukan) dunia-akhirat. Aamiin . Cerita Supir-Menyupiri Sya'ban lalu, kami disupiri Lek Rup-adik Bapak. Sebab supir yang biasanya, sedang kerja (mrantau jauh), jadi pas Lek Rup mengutarakan niat ingin menghadiri haul , Ibu sigap...
Saya teringat buku kecil Cak Rusdi, yaitu catatan di rumah sakit (anak judul Seperti Roda Berputar). Satu kutipannya yang sudah saya sarikan, yaitu: 'Sesama pasien atau keluarga pasien itu saling bersahutan, bertanya keluhan, dan diakhiri saling mendoakan'. Pagi hari ini (22/12) di RS Ortopedi provinsi, pukul 07.00 sudah ramai dengan pasien atau keluarga yang menemani anggotanya yang berstatus pasien. Pemandangan RS pagi itu juga lengkap oleh para dokter dan tenaga kesehatan yang hilir mudik dengan seragam identik berwarna biru muda sebagai àtasan serta biru tua sebagai bawahan. Hari ini juga sangat menandakan semangat di awal Minggu, sebab Si Senin "Dari mana, ibu?", tanya ibu 'X' "Dari Rembang", jawab ibu 'Y' yang sedang antri di depan pintu toilet "Yang sakit siapa?", tanya ibu 'X' lagi "Anak saya", jawab ibu 'Y' singkat "Sudah operasi?", ibu 'X' masih lanjut bertanya "Sudah, in...
Aku bergegas mengemas baju dan jajanan yang sudah disiapkan ibu. Sore hari itu, aku harus balik ke luar kota untuk kembali pada rutinitas sebagai mahasiswa. D engan hati lapang, aku merasa siap kembali ke tanah rantau. Bekal, amunisi, dari keluarga yang membuat ku tambah mantap untuk mem- Bandung . Sudah kurang lebih 4 tahun di tanah rantau, artinya aku telah tiba pada masa akhir perkuliahan. Mulai diha d apkan dengan keputusan-keputusan hidup selanjutnya, yang lebih ekstrem lagi. "Hey, bus nya asal lewat aja" , I bu agen bus ngoceh dengan sedikit geram Seharusnya b u s berhenti, karena ada penumpang yang mau naik. Tidak lain adalah aku . Tapi ibu agen dengan legowo mengantarkan ku ke pull atau agen selanjutnya. Ya!! Untuk membuntuti bus yang telah lewat dengan tak berdosa. Ada-ada saja, dan selalu saja ada orang baik. Sebaik ibu agen itu. Aku dibonceng ibu dengan santai, melihat sekeliling, seolah-olah rumah yang aku lewati ikut bergerak, menyertai moto...
Komentar
Posting Komentar