Tipe Bus SE (Super Excecutive): Menjemput Izin Orang-orang Tersayang

Aku sudah merasakan berbagai tipe bus. Khusus merk 'S' ada tiga tipe yang tersedia. Yaitu, eksekutif, SE (Super Eksekutif), dan Sleeper. Kalau tipe eksekutif sudah aku coba sejak awal. Sejak aku ke Bandung, aku sudah pernah mencicipi bangku eksekutif ini. Menurutku sudah nyaman banget. 


Aku terjeda tidak merasakan kesenangan menaiki bus malam selama 1,5 tahun. Pasca dari Bandung dan sebelum hijrah ke Jakarta. Alhamdulillah kesempatan yang menyenangkan ini bisa terulang kembali. Aku bisa melanjutkan studi magister di Jakarta. Perjalanan dengan bus malam bisa dilanjutkan lagi dan diceritakan seperti hari ini. Meskipun pas dihitung-hitung, aku lebih banyak menggunakan transportasi kereta saat pulang ke Jepara dibanding bus. 


Kepulanganku yang hanya 5 hari ini lengkap dengan rasa sayang. Aku pulang di hari Rabu. Hari Kamis aku kondangan ke Mba dan Kang Pondok. Pernikahan mereka punya cerita (perjodohan yang melibatkan aku, walau dikit saja). Jumat, aku stay di rumah mengikuti zoom meeting short course. Sabtu aku pergi ke perpusda plus bercerita dengan Mba Pa. Ahad, aku mengikuti jalan santai RT dalam rangkaian memeriahkan bulan kemerdekaan. Masih di hari yang sama, sorenya, aku ketemu Mba Dewi dan malamnya aku sowan Baba. Aku merasakan lega, aku kali ini merasa cukup sowan ke Baba saja. Kebetulan dapat kabar Umik sedang tindak (pergi). 


"Besok balik ya, Sa. Harus sowan Umik", pesan Baba. Oke baik, memang jalan yang digariskan Allah lebih indah. Senin pagi aku ke bank, mengurus tabungan untuk bekal ke New York. Selepas itu gas ke pondok. Aku sowan Umik. Rasa seneng dan lega yang 'khas itu' aku rasakan lagi. Jam setengah 1 aku pulang. Aku persiapan untuk jam 4 kembali ke Jakarta naik bus. 


Sebelum jam 4, ada drama loh. Drama yang harus bisa tambah-tambah syukur. Pemesanan tiket ke New York disetujui LPDP. Namun, ada satu hal yang harus di konfirmasi lewat link dan email. Ada tujuh panggilan masuk di ponselku. Panggilan yang ke-tujuh baru kuangkat. Aku tidur dari sowan pondok tadi. Ternyata kawan tim New York memastikan aku tahu kabar terbaru itu. Tenggat waktu pengisian hanya sampai pukul 15.00. Sedangkan aku membuka hape pukul 14.30 an. Waktu 30 menit terakhir itu, aku membuat khawatir kawan satu grup. 


Alhamdulillah tsumma alhamdulillah. Hal yang aku khawatirkan sekaligus aku yakin adalah tiket. Tiket berangkat adalah bukti yang 'pasti' keberangkatan itu terwujud'. Aku meminta pertimbangan ke teman dekat tentang sowanku (hari sebelumnya) ke pondok yang ragu karena tiket belum muncul. "Kita pasti berangkat, yakin. Hanya saja nanti ada kerikil atau batu yang mungkin saja menghalangi. Bagaimana kita menghadapinya nanti. InsyaAllah bisa dilalui. Sowan saja, siapa tau dengan sowan bisa membuat glundung batu atau krikil penghalang tadi." Ya Allah, terimakasih atas kehadiran (orang baik) yang Engkau ridhoi. Orang baik yang membelajariku apa makna yakin yang sebenarnya. [Tiket issued yeyeye, we go at 3rd September 2023].


Tibalah 3.30 p.m. Ponselku berdering. Panggilan masuk dari Mas pool bus. Pintanya kepadaku agar segera datang ke pool karena bis yang akan aku tumpangi menuju Jakarta sudah hampir tiba. Gugup datang, mencoba biasa karena sudah terbiasa. Aku melaju dengan Bapak. Aku senang, senang saja. Sampai di pool disusul Mba Pa dan Dek Bibah. "Aku pulang dulu ya. Cucianku sudah menunggu. Hati-hati dan jangan lupa curhat lagi." Aku suka sekali dengan pesan serta senyum Mba Pa pas mengucapkan kalimat itu. Anggap saja kalimat perpisahan yang ridho sebelum aku ke New York. Bus datang. Aku dipeluk-memeluk adek. "Aku pengen naik bus", ucap adek. Aku krentek, adek pasti bisa dan akan merasakan fase ini. Aku salim Bapak. As Usual, no special. But it's loving moon and back. Bus yang kukendarai pertama sleeper bus, padahal aku beli tiket SE. Sudah awam dan bukan masalah, jika bus yang ditumpangi di awal akan diganti saat di Ngabul atau Kudus (dari sleeper ke SE sesuai pesananku). 


Aku berganti bus di Ngabul. Aku menuju SE 4. Aku masuk dan merasakan aroma yang enak, seger dan tidak harum banget. "Oh ini tipe SE (Super Eksekutif). Bagus, aku suka. Aku langsung menuju kursi E2 (samping kaca). Wuh ini menempati posisi ultima dibanding eksekutif dan sleeper. Eksekutif reviewnya sudah bagus-nyaman. Sleeper reviewnya luxurious dan terlampau nyaman jadi malah ga terlalu kusuka saat dibandingkan dengan SE. SE ini masih mendefinisikan bus, dengan kursinya dan look-nya elegan. Aku suka banget. Aku mau mencoba kali kedua kalau tipenya begini. 


Bismillah kembali ke Ciputat. Semoga jalannya lancar dan busnya aman. 


(28 Agustus 2023)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita yang Masih Sama: Mudik Lebaran

Mengenali Diri #5

Mengenali Diri #4