Postingan

Mengenali Diri #3

Gambar
Usia 27 yang sedang kujalani ini membuat diriku lebih memberi waktu untuk diriku sendiri. "Apa yang aku lakukan kepada orang lain, sebetulnya untuk diriku sendiri", kurang lebih kalimat afirmasi yang kupakai waktu sekarang-sekarang ini.  Komunikasi Hari Ahad ini aku bingkai ke dalam hari libur atau family time . Sekitar pukul 8.00 aku sampaikan ke Adik dan Mbak "Hari Senin-Jumat nanti, aku mau maksimalkan waktu buat nulis-editing naskah ya, jadi ga pengen diricuhi", setelah berucap itu aku menguyel-uyel mereka berdua, berbagi kehebohan di weekend  yang cute ini. Di sini yang aku mau highlight adalah komunikasi, seperti meminta ijin untuk fokus pada "belajar". "Bukan seberapa lama waktu bersama keluarga, tapi seberapa efektif dan bermakna waktu bersama mereka", ingatanku pada ucapan Mama Fina lewat stori WA-nya saat meninggalkan putra-putranya ke US untuk studi Ph.D.  Aku yakin dengan komunikasi dan saling mengerti-memberi ruang, bukan seolah f...

Tanya

Siswi-siswa menaiki motor Motor mesin, juga listrik Di masa aliyah hari ini ada saja yang membuat berbeda Eh , Batagor depan kecamatan masih sama Hilir mudik saja pembelinya  Menurutmu bagaimana? Pertanyaan bahagia  Rasa yang mungkin dirasakan oleh orang lain    Hari ini aku-siapapun bisa merasakannya  

Cerita yang Masih Sama: Mudik Lebaran

Gambar
Pergi ke Nganjuk Selang satu bulan, aku dan Bapak-Ibu-Mbak-Adek pergi ke Nganjuk lagi. Pergiku sekeluarga sebelumnya adalah bertepatan dengan haul  (peringatan wafatnya) kiyai dan akhirussanah  (penutupan kegiatan tahunan) pondok Bapak juga Lek (adik Bapak) dulu. Tepat di bulan Sya'ban, kebanyakan juga waktu-waktu baik seorang anak mengunjungi orang tuanya atau nyekar di pusara orang tua yang sudah meninggal.  Alhamdulillah , Ibunya Ibu  (Mbah Tri) masih sugeng (hidup). Usia beliau sudah 80-an lebih. Sya'ban dan Alhamdulillah Syawal ini, Ibu masih bertemu Mbah di rumah Bude-beliau yang dipilih Mbah untuk merawat di usia senjanya. Mbahe sekarang sudah sangat sepuh, beliau hanya berbaring di atas kasur. Semoga sehat, jauh dari balak  (keburukan) dunia-akhirat. Aamiin . Cerita Supir-Menyupiri Sya'ban lalu, kami disupiri Lek Rup-adik Bapak. Sebab supir yang biasanya, sedang kerja (mrantau jauh), jadi pas Lek Rup mengutarakan niat ingin menghadiri haul , Ibu sigap...

Mengenali Diri #2

Gambar
Saat aku nderes (mengulang hafalan-membaca) Al-Qur'an, aku tidak sengaja membuka halaman depan. Bacaanku terhenti lantaran aku membaca Deskripsi Mushaf Khadijah.  "Loh baru ngeh sekarang", responku seketika. Disitu tertulis beberapa poin, di antaranya adalah tematik ayat yang menjelaskan tentang fiqih wanita dan dilengkapi dengan kisah Khadijah.ra. Petunjuk yang tidak sengaja kubaca ini membuatku di 'aha' situasi.  Aku langsung membuka lembaran mushaf yang bertanda merah blok, lalu aku membaca ayatnya lanjut artinya. Aku senang sekali saat membaca ayat-ayat tentang perempuan, relasi suami-istri, secara tidak langsung mengungkap tentang keluarga. Aku merasa dimudahkan.  'Aha' situasi ini mengingatkanku pada pendidikan terakhirku kemarin, Pendidikan Kader Ulama Perempuan. Hari-hari perkuliahan dipenuhi dengan mata kuliah yang berkaitan dengan isu perempuan, lebih khusus kesetaraan gender yang dibahas dari ayat-ayat Al-Qur'an. Ini menjadi seru karena sela...

Mengenali Diri #1

Gambar
Semacam doa tahun baru 2025, sederhananya seperti merayakan momen yang penuh dengan harapan baik. Mengesampingkan limitasi tersebut, harapan baik adalah fase yang terus dilalui setiap pribadi, khususnya diriku sendiri.  Beraninya diriku membatasi tahun ini untuk lebih mengenali diri sendiri. Padahal mengenali diri sendiri adalah proses seumur hidup. Limitasi ini, aku utarakan sebagai menghargai waktu. Raditya Dika di podcastnya yang menceritakan 40 resolusi di tahun 2025, salah satunya "menghadirkan waktu", aku lupa redaksi tepatnya.  "Kalau kita adakan waktu 2 menit, maka waktu itu ada. Contohnya kita sediakan waktu 2 menit untuk nulis, maka akan muncul tulisan di waktu (yang hanya) 2 menit itu", ini udah campur sama kalimatku, tapi maknanya kurang lebih sama. Dalem banget sih makna kalimat ini menurutku.  Menghadirkan tahun 2025, aku mengadakan waktu satu tahun itu untuk mengenali diri sendiri. "Kalau 2024 resolusiku rajin ke dokter (poli) gigi, 2025 resolu...

Buku Untuk Memutuskan Hidup Bahagia

Gambar
Tentang Buku Judul: Petunjuk Hidup Tenteram dan Bahagia (Terjemahan dari How To Stop Worriying and Start Living ) Penulis: Dale Carnegie Tebal: 448 halaman Cetakan: Cetakan terbaru, ke-10, Mei 2024 Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Dok. Pribadi Sinopsis Siapapun yang menyukai buku dengan genre self improvement, akan merasakan candu ketika membaca buku yang berjudul “Petunjuk Hidup Tenteram dan Bahagia” karya Dale Carnegie. Buku ini sangat cocok untuk dibaca dengan unhurriedly mode (pelan-pelan). Sebab buku ini benar-benar mendampingi pembaca menganalisis rasa sedih dan berakhir mengenali diri sendiri. Buku ini memiliki judul asli “How To Stop Worrying And Start Living” telah dicetak ke dalam 27 bahasa, di antaranya Spanyol, Turki, Prancis, Portugis, Jerman, Swedia, termasuk Indonesia. Di Indonesia melalui Gramedia Pustaka Utama, buku ini dapat tersebar luas dan bisa menjangkau pembaca di seluruh pelosok negeri. Semoga! Di dalam buku ini terdapat sepuluh bagian anak judul yang dirangku...

Les Privat Al-Qur'an dan Kajian Akhlak

Salah satu tempat yang rutin kusinggahi di Jakarta di waktu-waktu ini adalah lembaga privat swasta, yaitu  IWiseEducation . Lembaga yang menyediakan kelas pengajaran Al-Qur'an dan Akhlak. Lokasi tepatnya di Panglima Polim, Kebayoran Baru.  Tentang tempat ini, aku mendapat pelajaran. Pelajaran berupa mengajar dan (subject) Islam dari sudut pandang lain. Tentang Islam ini, aku jadi ingat dengan lembaga yang pernah kukunjungi di Virginia,  Adam Center . Aku merasa ada yang tersambung. Yaitu, mata kuliah tasawuf yang pernah kupelajari ketika S1 dengan spirit di lembaga ini. Aku baru merasakan bagaimana tantangan tasawuf yang dibungkus dalam subjek pendidikan mulai dari anak kecil sampai dewasa. Terlebih lagi, masyarakat urban. Jika mengutip pernyataan  Buya Kamba  tentang makna Zuhud, "menggengam dunia di tangan, tapi bukan di dalam hati kita." Ada saja sentuhan partner mengajar, "namanya bisnis tetap bisnis", bikin mesem saja ya. But, overall, bismillah.❤❤